2025, TPPS Kabupaten Kaur Targetkan  Angka Stunting 12,5 %

Keterangan Gambar : Foto bersama TPPS pada rembuk stunting 2025


Kominfo- Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daera (Bapperida), Pemerintah Kabupaten Kaur terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting. Targetnya, pada tahun 2025 Kabupaten yang bertajuk bumi se’ase seijean ini menargetkan angka stunting berada di angka 12,5 %.

Salah satu langkah untuk memastikan pelaksanaan konvergensi stunting yang terintegrasi dan berjalan dengan baik, Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur menggelar Rembuk Stunting Tahun 2025 yang dipusatkan di aula Bapperida, Rabu (19/3/2025) dan dibuka secara lagsung oleh Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.PdI selaku ketua TPPS

Dalam arahannya Wakil Bupati Kaur mengatakan, penanggulangan stunting merupakan program prioritas nasional, stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang dibawah rata-rata, dan bisa berakibat pada prestasi sekolah yang buruk.

“Berdasarkan hasil survei kesehatan indonesia (SKI) tahun 2023 secara nasisional prevalensi stunting turun (0,1%) dari 21,6% pada tahun 2022 menjadi 21,5% (2023) akan tetapi provinsi Bengkulu mengalalami kenaikan sebesar 0.4% atau 20,2 0,2 % pada tahun 2023 dari 19,8% (2022), termasuk kabupaten kaur mengalami kenaikan angka prevalennsi stunting sebesar 1,9% atau 14,3% pada tahun 2023 dari sebelumnya 12,4% di tahun 2022” Ungkap Wabup

Dikatakan Wabup angka prevalensi stunting yang cenderung naik dari tahun ke tahun perlu menjadi perhatian dan konsen untuk mengatasi secara bersama dengan melibatkan unsur pentahelix atau multipihak yang terdiri unsur dari pemerintahan, akademisi, masyarakat, swasta dan media bersatu padu bersinergi serta berkomitmen, dalam upaya percepatan penurunan stunting di kabupaten kaur.

“Sesuai dengan strategi nasional dalam percepatan penurunan stunting, telah ditetapkan 5 (lima) pilar antara lain komitmen dan visi kepemimpinan, komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan konvergensi masyarakat, intervensi spesifik dan intervensi sensitif, ketahanan pangan dan gizi dan data, informasi, riset dan inovasi” Ujarnya

dalam rangka pelaksanaan strategi tesebut, maka pada hari ini kita mengadakan Pelaksnaan rembuk stunting ini, Ungkap Wabup dalam rangka pelaksnaan strategi tersebut yang mengambil tema "intervensi stunting dengan tuntas menuju generasi kaur sehat dan cerdas" rembuk pada hari ini,

“saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan komitmen bersama, dalam percepatan penurunan stunting di kabupaten kaur yang kita cintai ini, terkait hal ini, intervensi tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja namun juga melalui lintas sektor” Harapnya

Wabup juga mengajak kepada peserta rembuk lebih serius, berkomitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting, melalui kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja berkualitas, dengan membangun kolaborasi unsur sinergi, bersama kabupaten, dan akselerasi, pemerintahan kecamatan hingga dari desa, masyarakat, swasta, organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, media, serta pihak-pihak lainnya.

“aksi percepatan penurunan stunting ini menjadi salah satu program prioritas daerah, dengan harapan generasi penerus kita adalah generasi yang sehat dan cerdas untuk mendukung visi kita yaitu "menuju kaur yang maju, sejahtera dan bahagia". karena tanpa adanya komitmen dan sinergi yang kuat, serta cepat maka kegiatan kita hari ini tidak akan memberikan dampak yang positif terhadap penurunan prevalensi stunting di kabupaten kaur” Tandas Wabup

Sementara itu, Kepala Bapperida  Dr. Hiftario Syahputra, S.T, M. Si kepada sejumlah awak media mengatakan rembuk stunting dilaksnakan sebagai bentuk komitmen bersama stakeholder  yang terkait dengan rencana aksi penurunan stunting di Kabupaten kaur 2025

“komitmen bersama tersebut diantarnya menetapkan target penurunan stunting di angka 12,5 %, dimana tahun 2023 Kabupaten Kaur mengalami kenaikan di angka 14,3 %, kemudian penetapan lokasi fokus penangan stunting yang berjumlah 40 desa dengan kategori anak stunting berjumlah 114” Ungkap Hiftario

Komitmen selanjutnya Ungkap Hiftario, dengan  memanfaatkan dukungan anggaran disetiap OPD, termasuk dana desa, karena dalam dana desa terdapat anggaran yang fokus terhadap penangan stunting seperti yang tertuang dalam permendes sebesar 20 % untuk ketahanan pangan

“Bila alokasi anggaran 20 % ketahan pangan dilaksanakan oleh setiap desa, angka stunting di kabupaten kaur akan menalami penurunan secara signifikan” Ujarnya

Pada kegiatan tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama aksi penurunan stunting di Kabupaten Kaur. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.