Antisipasi Penyebaran Penyakit Sapi Ngorok, 1000 Ternak Divaksin

Keterangan Gambar : Nakeswan saat melakukan vaksinasi (Insert Foto Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur) (Foto : Kadispertan)


Kominfo- Untuk mencegah penyebaran Sepricaemia Epizootica (SE) atau penyakit sapi ngorok di Kabupaten Kaur, Dinas Pertanian mulai melalui petugas kesehatan hewan mulai mekaukan vaksin SE ke ternak warga yang tersebar di beberapa kecamatan yang belum ada kasus SE atapun jangkauannya jauh wilayah vaksinasi

“Alhamdulillah kita menerima vaksin sebanyak 1000 dosis untuk  1000 sapi/kerbau dari Dispertan Provinsi Bengkulu, Nakeswan kami langsung melakukan vaksinasi di beberapa kecamaan seperti Kaur Selatan, Nasal, Kaur Utara, Padang Guci Hulu, Padang Guci Hilir dan Lungkangkule” Ujar Kepala Dinas Pertanian Kastilon S.Sos kepada https://kominfo.kaurkab.go.id/ beberapa waktu lalu

Kastilon mengaku 1000 dosis vaksin untuk sapi dan kerbau usia minimal tiga bulan tersebut masih bekum mencukupi memenuhi kebutuhan kabupaten kaur, dimana ada 23 ribu ternak yang tercatat oleh Dinas yang ia pimpin

“untuk serangan Sepricaemia Epizootica (SE) atau penyakit sapi ngorok di kabupaten kaur ini sudah ada 93 kasus, yang sebarannya terjadi di kecamatan semidang gumay, kinal, tanjung kemuning, kaur selatan bagian atas, dan kelam tengah” terang Kastilon

Dalam keempatan tersebut Kastilon juga mengimbau kepada pemilik ternak seperti sapi dan kerbau untuk dikandangkan terlebih dahulu, karena penularan virus Sepricaemia Epizootica (SE) atau penyakit sapi ngorok  sangan cepat

“Segera laporkan apabila ditemukan serangan penyakit tersebut, karena penyakit bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik dan untuk pencegahan dengan vaksinasi, ternak yang sakit dan dipotong, tetap bisa dikonsumsi dengan catatan bagian bagian organ dalam (jeroan) dimusnahkan hanya bagian daging yang di konsumsi" kata Kastilon

Kastilon juga berharap dengan adanya penyuntikan vaksin nantinya ternak mendapatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit ngorok dalam kurun waktu satu minggu sampai dengan satu bulan dan dalam tiga  bulan kekebalan sudah terbentuk maksimal, Dengan demikian ternak akan tercegah dari penyebaran bakteri Epizootica (SE) atau penyakit sapi ngorok (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.