Budidaya Kedelai Anjasmoro Di Lahan 600 HA, Kaur Siap Swasembada

Keterangan Gambar : Bupati kaur bersama pihak Kementan melakuakn tanam perdana Kedelai Varietas Anjasmoro


Kominfo- Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH bersama Koordinator Kredit program Direktorat Pembiayaan Kementan RI Siswoyo, SP, MP, Analis PSP Direktorat Pembiayaan Ditjen PSP Kementan RI Rizki Hernawan, SE, MP, Sub Koordinator Aneka Kacang Direktorat AKABI Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI Siti Noorjana, SP dan Anggota Tim Percepatan Pembangunan pertanian kaur Kementan RI Sri Suhartini, SP melakukan penanaman perdana kedelai jenis Anjasmoro bersama kelompok Tani Kelompok Sedio Rejo Desa Sumber Harapan, Kecamatan Nasal. Kamis (17/11/2022).

Dakam sambutannya Bupati Kaur mengatakan tanam perdana kedelai varietas anjasmoro merupakan kegiatan dana ABT Kementan RI Ta. 2022 di lahan pertanian milik Sedio Rejo Desa Sumber Harapan, Kecamatan Nasal, dipilihany Varietas ini karena memiliki banyak keunggulan, di antaranya berumur pendek (82,5 - 92,5 hari), berdaya hasil tinggi (2.03-2,25 ton/ha), dan berprotein tinggi ( 842196).

“Tanam perdana kedelai ini merupakan langkah simbolik dalam upaya mewujudkan impian presiden Ir. H. Joko widodo untuk mengurangi ketergantungan negeri ini terhadap kedelai impor

Bupati mengatakan sebagai daerah yang mayoritas penduduknya menyukai produk-produk olahan kedelai, tentu merupakan langkah yang tepat dan strategis, bila pertanian kedelai di daerah ini didorong kemajuannya, sehingga memberikan kontribusi yang yang signifikan dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap kedelai dari luar daerah.

“Artinya daerah Kaur ingin dan harus berswasembada kedelai. dan lebih diharapkan lagi, bila mulai tahun 2023 kaur jadi lumbung kedelai di Provinsi Bengkulu” Ujar Bupati

di tahun ini Lanjut Bupati, alokasi ABT Kementan digunakan untuk budidaya kedelai di kabupaten kaur mencakup 600 ha lahan, dimana benihnya sudah sampai di tingkat petani untuk lahan seluas 500 ha, sisanya menyusul secepatnya. sebagian petani sudah siap tanam. contohnya kelompok tani di kecamatan nasal ini.

“budidaya kedelai kegiatan ABT Tahun Anggaran 2022 ini akan memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian daerah. pertanaman kedelai seluas 600 ha diharapkan dapat menghasilkan kedelai sebanyak 1.020 ton, yang dapat digunakan untuk konsumsi maupun sebagai benih. jika semuanya untuk konsumsi, maka hasil tersebut dapat memenuhi kebutuhan kedelai 76.691 jiwa penduduk kaur atau sebesar 613596 kebutuhan kabupaten ini.

jika dilakukan penambahan pertanaman kedelai seluas 400 HA saja , Kebutuhan domestik daerah ini dapat terpenuhi yang artinya dari sisi ekonomi, pengembangan budidaya kedelai dapat menekan inflasi dan dampaknya di kabupaten kaur” terang Bupati

Cita-cita  menjadikan kabupaten kaur sebagai lumbung kedelai provinsi bengkulu, menurut Bupati bukanlah suatu yang mustahil. dengan asumsi jumlah penduduk 125.000 jiwa, provitas kedelai 1,7 ton/ha, dan kebutuhan konsumsi sebesar 13,3 kg/jiwa/tahun.maka, jika tanam kedelai kabupaten kaur pada tahun 023 tercapai seluas 1.000 ha, maka pada tahun 2023 daerah ini mengalami surplus kedelai sebesar 75 ton, dan status berswasembada kedelai telah diwujudkan. capaian itu akan menjadi prestasi yang membanggakan bagi daerah ini.

menjadi lumbung kedelai provinsi berarti sebagian kebutuhan kedelai kabupaten/kota tetangga dapat dipenuhi oleh kabupaten kaur. untuk itu, maka realisasi tanam harus melebihi 1.000 ha, yang diiringi banyak upaya seperti perluasan areal ranan pada wilayah yang memiliki potensi lahan kering yang cukup besar, peningkatan ip, dan intensifikasi dengan penggunaan benih unggul berprovitas tinggi,

“upaya menjadikan kaur sebagai lumbung kedelai pasti akan berhasil, jika ada dukungan dan sinergitas seluruh stakeholders sektor pertanian, mulai dari petani, petugas pertanian di setiap tingkatan, pemda kaur, kementan ri, lembaga keuangan, offtaker, agroindustri, dan lain-lain” kata Bupati

Sementara itu  Koordinator Kredit program Direktorat Pembiayaan Kementan RI Siswoyo, SP, MP mengatakan luas lahan yang ada dikabupaten kaur sangat potensial untuk poengembangan Kedelai Varietas Anjasmoro, dimana kedelai sampai saat ini untuk kebutuhan indonesia masih bergatung dengan Impor dari luar negeri

“ini saat yang tepat untuk kita bisa berswasembada kedelai, kita mulai dari sedikit demi sedikit dan di kabupaten kaur ada target 600 Ha, dan mudah-mudahan pada 2023 bisa berkembang menjadi 5000 HA lahan yang ditanam kedelai” Ujar Siswoyo

Siswoyo juga mengatakan bahwa kedelai adalah komoditi yang dibutuhkan, dimana masyarakat masih belum bisa menghilangkan konsumsi makanan bebahan dasar kedelai  yang selami ini masih impor

“seperti arahan pak Jokowi, kita harus berswasembada kedelai, dimulai dari kabupaten ini, dan kami dari Kementerian Pertanian mengharapkan kabupaten paling ujung di provisnsi bengkului ini menjadi inovator untuk wilayah sumatera karena memiliki potensi yang sangat luar biasa” ujar Siswoyo

Dan bila nanti kabupaten kaur bisa swasembada kedelai, taget selanjutnmya untuk beralih ke komoditi lain karena selama ini yang terkait dengan gandum juga ada subtitusinya yaitu tanaman sorgum, karena sorgum juga sangat potensial dikembangkan di sini. (094)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.