11.jpg)
Keterangan Gambar : Foto Bersama Pada kegiatan Pemanduan Kegiatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Kaur Tahun 2024
Bupati : Pernurunan Angka Stunting Butuh Kolaborasi dan Sinergi
Kominfo- Sebagai bentuk Komitmen untuk menurunkan Stunting, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama akar global inisiatif bengkulu dan Pemerintah daerah Kabupaten Kaur menggelar Pemanduan Kegiatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Kaur Tahun 2024, Kegiatan tersebut dilaksanakan, Jum’at (1/11/2024) di Pantai Laguna Desa Merpas Kecamatan Nasal
Kegiatan yang di hadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H, Kasi Dokkes Polres Kaur Aiptu Sunanto, Unsur Tripika, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kaur Siswan, S,PKP serta koordinator lapangan Akar Global Inisiatif Warman Kudus tersebut dibuka secara langsunf oleh Bupati Kaur H. Lismidinato, SH, MH
Dalam arahannya Bupati mengatakan dari hasil SKI (Survey Kesehatan Indonesia) tahun 2023, angka prevalensi stunting Provinsi Bengkulu mengalami menjadi kenaikan sebesar 0,4% dari 19,8 % menjadi 20,22 %, sedangkan kabupaten kaur juga mengalami kenaikan angka prevalensi stuntingnya dari 12,4% menjadi 14,3% atau naik sebesar 1,9%
“Melihat kenaikan angka prevalensi tahun 2023 tersebut, kita harus terus berkolaborasi dan bersinergi dalam rangka penurunan prevalensi stunting tahun 2024 sesuai dengan target nasional 14 %, untuk mencapainya perlunya aksi bersama yang melibatkan pemerintah pusat, daerah serta lembaga masyarakat dan pratiksi dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan potensi lokal yang ada di kabupaten kaur” Ucap Bupati
Dikatakan Bupati untuk akselerasi percepatan penurunan angka stunting tahun 2024 di kabupaten kaur ada beberapa hal yang harus mejadi perhatian penting diantaranya agar fokus kepada yang sasaran super prioritas yaitu ibu hamil dan bayi sampai usia 2 tahu, kemudian fokus pada wilayah garapan terutama yang kondisi keluarga resiko stuntingnya banyak atau prevalensi stuntingnya tinggi, Pengawalan hasil penimbangan serentak oleh TPPS di berbagai level dan TPK
“juga perlu ada Optimalisasi percepatan Penurunan stunting kolaborasi opd di seluruh lintas baik di provinsi atau kabupaten/kota, kemudian Pemberian bantuan termasuk pangan tepat sasaran kepada keluarga berisiko stunting, Optimalisasi penggunaan dana dak kesehatan untuk PMT lokal dan dana BOKB dan Intervensi perubahan prilaku yang terus digalakan secara tersruktur, sistematik dan masif di masyarakat” Terang Bupati
Disampaikan Bupati, Penurunan angka stunting erat kaitannya dengan ketahanan keluarga keluarga juga menjadi gerbang utama dalam menghadapi permasalahan sosial di zaman sekarang, dengan keberadaannya, BKKBN semakin menggalakkan program pembangunan keluarga seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (Bkl).
Selaku Bupati Kaur, Ia juga sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Perwakilan Bkkbn Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB) kabupaten kaur pada hari ini, dimana beberapa kegiatannya antara lain pemberdayaan kelompok masyarakat di kampung KB dalam rangka percepatan penurunan stunting melalui dapur sehat atasi stunting (dashat) yang mengundang keluarga beresiko stunting, penguataan pengelolaan pelayanan KB bagi TPMB, klinik dan Pasyanken, dan sosialisasi tujuh dimensi lansia serta evaluasi program bangga kencana dan percepatan punurunan stunting dalam rangka pengendalian program atau Radalgram.
“Besar harapan kami tentunya kegiatan ini akan bukan yang terakhir, kami harapkan kegiatan seperti ini juga dilakhanakan di desa/kelurahan, dan kecamatan lain di kabupaten kaur yang kita cintai ini” Pungkas Bupati
Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H memberikan apresiasi kepada Bupati kaur yang memberikan dukungan penUh terhadap kegiatan BKKBN dalam melaksnakan program penurunnan stunting baik itu di tingkat Provinsi Maupun Kabupaten
“Kami juga memberikan apresiasi kepada pemkab kaur meskipun angka prevalensi stuntingnya diatas target nasional, berdasarkan data verifikasi kependudukan berhasil menurunkan jumlah keluarga berisko stunting, dimana pada 2022 ada 6902 KBS, Tahun 2023 ada kenaiakn menjadi 7400 KBS dan di tahun 2024 berhasil turun 3300 KBS, ini penurunan yang luar biasa” Ungkap Zamhari
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kaur bersama Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyerahkan bantuan tepat guna kepada UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) Wanita Sehijean Desa Sumber harapan Kecamatan maje dan UPPKA Cantika Group Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan (top)



1.png)

Facebook Comments