Fenomena Gerhana Bulan, Bupati dan Wabup salat Khusuf di Masjid Al-Kahfi
Kominfo- Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH bersama Wakil Bupati Herlian Muchrim, ST melaksanakan salat gerhana bulan atau Salat khusuf , Selasa (8/11/2022) dimasjid Al-Kahfi, Kegiatan yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Kaur yang bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kaur ini diawali dengan salat magrib berjamaah, dilanjutkan dengan salat gerhana bulan dan diakhiri dengan salat Isya, bertindak sebagai Imam Ustad Upik Suardi selaku imam masjid al-kahfi dan khatib Ustad Yuli Sasman, S.Pdi
Berdasarkan data astronomis, Gerhana Bulan Total (GBT) yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia dan dikabupaen kaur kontak Umbra 3 (U3) mulai bisa lihat pada pukul 18:42 WIB, namun akibat hujan yang melanda kabupaten kaur, gerhana bulan total tidak terlihat
Bupati kaur H. Lismidianto SH, MH dalam salam silaturahminya kepada para jamaah menyampaikan bahwa fenomena alam berupa gerhana bulan total dimana gerhana bulan, gerhana matahari dan semua fenomena alam semesta adalah bukti kebesaran dan kekuasaan Allah. peristiwa pada malam hari ini merupakan bukti bahwa Allah yang mempunyai kuasa untuk mengatur alam semesta beserta seluruh isinya,
“Kita tidak bisa mempersepsikan kejadian gerhana bulan adalah suatu pertanda adanya bencana atapun marabahaya, namun fenomena alam ini, tidak lain sebagian salah satu kebesaran Allah SWT yang mengatur alam semesta ini. Jadi, ketika kita menyadari bagian dari kebesaran Allah, wajb kita sujud kepada-Nya untuk melaksanakan salat dan berdoa,” tegas Bupati.
Selanjutnya Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan jamaah yang turut hadir melaksakan salat gerhana bulan di Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan ini, karena melalui salat gerhana bulan ini orang nomor satu di kabupaten kaur ini berharap dapat mengambil hikmah dari fenomena ini
“ Hikmah yang kita dapatkan dari sholat Khusuf ini diantaranya menghilangkan atau menghapus kemusyrikan dan takhayul dalam diri kita, karena dengan melaksanakan shalat gerhana ini akan memupus kemusyrikan dan pendapat-pendapat atau cerita takhayul yang banyak beredar seputar gerhana bulan. nanti khatib akan menjelaskan bahwa gerhana merupakan fenomena yang terjadi karena kekuasaan allah semata bukan hal mistik atau takhayul” tambah Bupati
Hikmah yang kedua, Lanjur Bupati sebagai pengingat hari kiamat, salah satu tujuan dilaksanakannya salat gerhana bertujuan sebagai pengingat datangnya hari kiamat. gerhana bulan dan gerhana matahari menunjukkan kekuasaan Allah yang dapat memunculkan atau menenggelamkan, Allah mampu menggerakkan dan mengarahkan sesuai kehendak-Nya, demikian juga nantinya Allah berkuasa untuk menabrakkan satu sama lain dari planet di alam semesta ini sehingga bumi ini hancur lebur dan kehidupan didunia akan berakhir untuk kemudian berlanjut kehidupan akhirat.
“Sedangkan Hikmah yang ketiga adalah membuat kita semakin mendekatkan diri kita dengan Allah SWT, karena salat gerhana ini akan diiringi dengan dzikir dan khutbah yang berisi ajakan ketakwaan serta nasihat yang akan membuat kita semakin dekat dengan-Nya” ujar Bupati
Hikmah yang keempat masih lanjut Bupati adalah membuat semua semakin mempererat hubungan persahabatan dan persaudaraan sesama kaum muslimin dengan jalan bertemu, bersilaturahmi dan salat secara berjamaah pada malam hari ini, akan menambah rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama, tumbuhkan rasa saling peduli dan saling perhatian dan tolong-menolong antara satu dengan yang lainnya.
Diakhir sambutannya Bupati juga mengajak seluruh jamaah yang hadir, baik dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah ataupun ormas-ormas islam lainnya untuk berperan dalam memakmurkan masjid, seperti acara yang dilaksakan pada hari ini yang juga merupakan upaya meramaikan masjid
“Apapun bentuk kegiatan yang bernuansa islami, sebagai pemerintah daerah kami siap mendukung, apalagi untuk kegiatan yang memamkmurkan dan meramaikan masjid” pungkas Bupati. (094




1.png)

Facebook Comments