Kampung KB Prioritaskan Percepatan Penurunan Stunting

Keterangan Gambar : Foto Bersama Usai pengukuhan Bapak Asuh Stunting


Kominfo- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kaur, menggelar  kegiatan Penguatan Kemitraan Kampung Keluarga Berkualitas, Senin (19/9/2022), di gedung serbaguna padang kempas dan yang dibuka secara langsung oleh Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH didampingi Wakil Bupati Kaur Herlian Muchrim, ST

Dalam Arahannya Bupati Kaur mengatakan Kabupaten Kaur memiliki 15 kecamatan, 192 desa, tiga kelurahan, dan kampung KB yang telah dibentuk sebanyak 29 kampung KB dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019,

“Mengenai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang optimalisasi penyelenggaran kampun keluarga berkualitas, ini merupakan pendekatan pembangunan ditingkat desa/kelurahan yang dilakukan secara terintegrasi dan konvergenci dalam penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan insititusi keluarga di seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia” Ujar Bupati dalam sambutannya  

Bupati juga mengatakan keluarga merupakan unit masyarakat, merupakan unit yang paling krusial, karena dalam keluarga akan mempengaruhi perkembangan anak, baik fisik maupun psikososial dan atas dasar inilah pada tahun 2016 dibentuk kampung keluarga berencana.

“Kampung Keluarga Berencana berubah menjadi Kampung Keluarga Berkualitas pada tahun 2020 sampai dengan saat ini” terang Bupati

Bupati juga menyampaikan untuk mengukur keberhasilan Kampung Keluarga Berkualitas, dilaksanakan pengukuran indikator pembangunan keluarga. indikator ini merupakan sebuah konsep percepatan pembangunan keluarga yang terintegrasi dan komprehensif dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat,

“Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan dapat menghasilkan keluarga berkualitas dan dengan karakteristik keluarga yang tentram, mandiri, dan bahagia” ujar Bupati

Masih menurut Bupati kehadiran lintas sektor dan lintas bidang pada Kegiatan Penguatan Kemitraan Kampung Keluarga Berencana, merupakan momen berharga dan salah satu upaya mewujudkan keselarasan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa/kelurahan, terutama karena berkaitan dengan penyelenggaraan kampung keluarga berkualitas

“Mulai tahun 2022 ini segera dibentuk kampung keluarga berkualitas yang baru, yang awal terbentuk berupa kampung keluarga berencana berjumlah 29 kampung, ditambah 15 kampung/desa dari 15 kecamatan, sehingga sampai dengan tahun 2024 dapat membentuk kampung keluarga berkualitas di seluruh desa/kelurahan se- kabupaten kaur” kata Bupati

Sementara itu, ditempat yang sama Deputi Bidang Keluarga sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN RI Nopian Andusti, SE, MT yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, saat diwawancarai media center mengatakan penguatan kampung keluarga berkualitas di kabupaten kaur sesuai dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2022, bagaimana mengoptimalkan kampung-kampung KB, yang selama ini hanya desa terpilih saja, tetapi diharapkan seluruh desa menjadi target menjadi kampung KB

“Ini harapannya agar kampung KB desa-desa di Indonesia cepat berkembang dan maju dalam kontek berkualitas. Kalau sudah menjadi berkualitas  maka semua persoalan yang ada didesa tersebut akan teratasi dengan baik’ ujar Nopian Andusti

Nopian Andusti menambahkan, berkaitan dengan stunting, didalam kampung KB salah satu program prioritas adalah percepatan penurunan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, kemudian pelayanan KB dan kesehatan, penanganan persoalan sosial

“persoalan-persoalan di desa ini diharapkan bisa terselesaikan dengan program kampung KB, dan patut kita syukuri, Kabupaten Kaur jauh dibawah angka stunting Provinsi Bengkulu yang berada di angka 22,1 persen, sedangkan kabupaten kaur berada di angka 11,3 persen, ini adalah prestasi yang luar biasa karena jauh berada target standart Nasional 2024 yang menargetkan angka 14 persen ” kata Nopian Andusti

Dengan posisi Kaur diangka 11,3 persen angka stunting, lanjut Nopian Andusti ini adalah salah satu bukti bahwa kabupaten kaur sudah mampu membangun yang berkaitan dengan sumber daya manusia, karena stunting berkaitan dengan kualitas SDM

“Jadi kalau anak-anak lahir stunting dewasanya tentu saja tidak berkulitas. dan dengan rendahnya angka stunting di kabupaten  kaur ini saya menduga angka pernikahan dininya rendah yang memang menjadi salah satu faktor penyebab stunting, kemudian ketersediaan makanan begizi seperti ikan dan pangan lokal banyak tersedia, lingkungan yang relatif sehat secara umum, ini mungkin yang membuat angka stunting kaur sangat rendah berada di angka 11,3 persen terendah se-Provinsi Bengkulu bahkan Nasional” kata Nopian Andusti

Dalam Kegiatan tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Kaur dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al- Wasi tentang Percepatan pelaksnaa Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui penguatan aklademik, Pengukuhan Bapak Asuh Stunting serta Pengukuhan Duta Genre tingkat Kecamatan dan Tingkat desa. (094)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.