Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cucupan Segera Dimulai, Target Tuntas Juli 2026

Keterangan Gambar : Foto bersama usai MC-0 Pembanunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Cucupan


Bintuhan, Kominfo- Pemerintah Kabupaten Kaur bersama pihak terkait melaksanakan dentifikasi lapangan dan pemeriksaan bersama sebagai tahapan awal pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi di Desa Cucupan Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur, Senin (22/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.PdI, Kepala Satuan Kerja Perencanaan Strategis Provinsi Bengkulu Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Sabiluddin, S.ST, tim pelaksana kegiatan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, perwakilan PT. Masco Energi,  serta kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur.

Identifikasi lapangan dan pemeriksaan bersama ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi, kesesuaian perencanaan teknis, serta kelengkapan administrasi sebelum pekerjaan fisik pembangunan sekolah dilaksanakan.

Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.PdI menyampaikan bahwa tahapan ini sangat penting agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

“Identifikasi lapangan dan pemeriksaan bersama ini merupakan langkah awal untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat benar-benar siap dilaksanakan, baik dari sisi teknis maupun administrasi” ujar Abdul Hamid.

Wabup menuturkan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 26 Desember 2025. Pekerjaan akan dimulai di atas lahan seluas 13,5 hektare milik Pemda, sementara kebutuhan pembangunan Sekolah Rakyat sendiri hanya sekitar 7,6 hektare.

“Saat ini lahan tersebut memang masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam. Namun seluruh proses administrasi dan koordinasi dengan masyarakat sudah clear, sehingga pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat segera dimulai sesuai jadwal” ujar Abdul Hamid.

Wabup menambahkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi akan dilaksanakan sesuai dengan prototipe yang diharapkan Presiden Prabowo, sehingga sekolah ini tidak hanya representatif, tetapi juga memenuhi standar nasional dalam hal sarana dan fasilitas pendidikan.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini akan mengacu pada prototipe yang diinginkan Presiden Prabowo, sehingga nantinya fasilitas pendidikan yang dibangun dapat mendukung kualitas belajar mengajar secara optimal” ujar Abdul Hamid.

Wabup berharap pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat berjalan tepat waktu, sehingga pada tahun ajaran 2026 sekolah tersebut sudah dapat menerima murid baru dengan fasilitas belajar yang memadai.

 “Kami berharap semua tahapan pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga pada tahun ajaran 2026 Sekolah Rakyat ini sudah bisa menerima murid baru dengan fasilitas yang lengkap dan nyaman dan Pemerintah Kabupaten Kaur menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh proses pembangunan agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat” ujar Abdul Hamid.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Perencanaan Strategis Provinsi Bengkulu Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Sabiluddin, S.ST menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan MC Nol (MC-0) atau Mutual Check Awal. Kegiatan ini merupakan tahap penting di awal proyek konstruksi untuk menghitung ulang dan membandingkan volume pekerjaan antara gambar rencana (kontrak) dengan kondisi riil di lapangan.

“Mutual Check Awal bertujuan untuk mendapatkan data volume yang akurat sebelum pekerjaan fisik dimulai, serta untuk menghindari potensi kelebihan atau kekurangan volume yang dapat merugikan semua pihak,” ujar Sabiluddin.

Sabiluddin menuturkan bahwa selama kegiatan MC-0 sempat ditemukan kendala berupa tanam tumbuh milik masyarakat yang berada di lahan proyek. Namun, permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan baik, sehingga pekerjaan dapat segera dilanjutkan.

“harapan kami pembangunan proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi yang merupakan proyek multi-year dengan anggaran sekitar Rp250 miliar ini dapat berjalan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan” ujar Sabiluddin.

Sabiluddin juga mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, pihak kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat setempat agar pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat berjalan lancar. Ia menargetkan proyek ini dapat tuntas pada bulan Juli 2026, sehingga siswa yang sudah ada bisa segera menempati dan dapat  melakukan penerimaan murid baru.

“Kami berharap seluruh pihak terkait dapat mendukung kelancaran proyek ini, agar pembangunan selesai tepat waktu dan pada bulan Juli mendatang, sekolah sudah siap ditempati dan siap menerima murid baru,” ujar Sabiluddin. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.